Perusahaan Xiaomi Rela Investasi Milliaran Demi Teknologi Canggih

Perusahaan Xiaomi Rela Investasi Milliaran Demi Teknologi Canggih

Xiaomi berencana investasi sebesar 50 miliar yuan atau hampir Rp 100 triliun buat peningkatan technologi 5G serta artificial intelligence of things (AIoT) dalam lima tahun ke depan. Gagasan itu berdiri di atas trick “All in AIoT” yang ditargetkan tahun saat kemarin. Investasi besar itu diungkapkan CEO Xiaomi Lei Jun lewat account resminya di sosial media seperti Twitter : Weibo.

“Kami butuh menambahkan faedah yang kami bisa dari AioT serta intelligent life ke kemenangan mutlak penggunaan intelligent dengan cara penuh, serta mengokohkan status kami jadi raja di smart jaman, ” catat Lei seperti dilansir TechInAsia, Kamis (2/1).

Tidak cuman mencanangkan trick “All in AIoT” tahun yang kemarin, Xiaomi udah mengeluarkan laboratorium 5G atas kerja sama seperti perusahaan pelat merah Tiongkok : China Telecom.

Di luar bab investasi AIoT serta 5G ini, Xiaomi baru-baru ini memberitakan masuknya pejabat baru di perusahaan. Xiaomi menarik bekas wapres Lenovo 7mnc serta kepala unit smartphone Lenovo di Tiongkok Chang Cheng jadi wapres barunya. Chang akan memikul tanggung jawab atas rencana produk mobile phone di Xiaomi. Mengenai Xiaomi dibuat pada 2010.

Bergabung dengan Team Secret 4 Tahun, MidOne Putuskan Resign

Perusahaan yang berbasiskan di Beijing ini sebelumnya konsentrasi pada penjualan mobile phone tetapi sekarang udah memperluas usaha ke definisi lain seperti smart TV, notebook, pembersih udara, serta drone. Belakangan ini, perusahaan mengeluarkan Redmi K30 5G, ialah smartphone pertama dengan chipset Qualcomm Snapdragon 765G yang tawarkan modem 5G terpadu.

Di pasar smartphone Tiongkok, Xiaomi menantang kompetitor seperti Huawei, yang menguasai dengan market share 42% pada kuartal ke-3 2019. Huawei pun udah berinvestasi dalam peningkatan technologi 5G, baik di atau luar negeri. Awal tahun yang kemarin, pemerintah Tiongkok memutuskan artificial inteligence (AI) , internet industri, IoT, serta 5G jadi prioritas investasinya.